METODE TRANSEK

Metode transek biasa digunakan untuk mengetahui vegetasi tertentu seperti padang rumput dan lain-lain atau suatu vegetasi yang sifatnya masih homogen.Terdapat 3 metode transek:

1. Metode Line Intercept (line transect)

Metode line intercept biasa digunakan oleh ahli ekologi untuk mempelajari komunitas padang rumput. Dalam cara ini terlebih dahulu ditentukan dua titik sebagai pusat garis transek. Panjang garis transek dapat 10 m, 25 m, 50 m, 100 m. Tebal garis transek biasanya 1 cm. Pada garis transek itu kemudian dibuat segmen-segmen yang panjangnya bisa 1 m, 5 m, 10 m. pengamatan terhadap tumbuhan dilakukan pada segmen-segmen tersebut. Selanjutnya mencatat, menghitung dan mengukur panjang penutupan semua spesies tumbuhan pada segmen-segmen tersebut. Cara mengukur panjang penutupan adalah memproyeksikan tegak lurus bagian basal atau aerial coverage yang terpotong garis transek ketanah.

2. Metode Belt Transect

Metode ini biasa digunakan untuk mempelajari suatu kelompok hutan yang luas dan belum diketahui keadaan sebelumnya. Cara ini juga paling efektif untuk mempelajari perubahan keadaan vegetasi menurut keadaan tanah, topograpi, dan elevasi. Transek dibuat memotong garis-garis topograpi, dari tepi laut kepedalaman, memotong sungai atau menaiki dan menuruni lereng pegunungan.

Lebar transek yang umum digunakan adalah 10-20 meter, dengan jarak antar antar transek 200-1000 meter tergantung pada intensitas yang dikehendaki. Untuk kelompok hutan yang luasnya 10.000 ha, intensitas yang dikendaki 2 %, dan hutan yang luasnya 1.000 ha intensitasnya 10 %.

3. Metode Strip Sensus

Metode ini sebenarnya sama dengan metode line transect, hanya saja penerapannya untuk mempelajari ekologi vertebrata teresterial (daratan). Metode strip sensus meliputi, berjalan disepanjang garis transek, dan mencatat spesies-spesies yang diamati disepanjang garis transek tersebut. Data yang dicatat berupa indeks populasi (indeks kepadatan).

Cara Analisis Data

∑ Plot yang diduduki jenis

A. Nilai Frekuensi Mutlak jenis =

∑ Plot yang dibuat

∑ FMi

B. Nilai Frekuensi relatif jenis (FRi) = X 100%

∑ plot FM

∑ Total ind jenis i

C. Nilai Kerapatan Mutlak (Kmi) =

∑ luas total area pengambilan contoh

∑ KMi

D. Nilai Kerapatan Relatif (KRi) =

∑ KM seluruh jenis

luas bidang dasar jenis i

E. Nilai Dominansi Mutlak (DMi) =

Luas bidang dasar seluruh jenis

DMi

F. Nilai Dominansi Relatif (DR) =

DM seluruh jenis

G. Nilai Indeks Penting (INP) = ( FR + KR + DR ) %

Nilai Indeks Penting (INP) berkisar antara 0-3 (atau 300 %).

Nilai penting ini dapat digunakan untuk mengetahui dominansi suatu spesies dalam komunitas.

MENCARI INP UNTUK HEWAN SESSILE

∑ Plot yang diduduki jenis

A. Nilai Frekuensi Mutlak jenis =

∑ Plot yang dibuat

∑ FMi

B. Nilai Frekuensi relatif jenis (FRi) = X 100%

∑ plot FM

∑ Total ind jenis i

C. Nilai Kerapatan Mutlak (Kmi) =

∑ luas total area pengambilan contoh

∑ KMi

D. Nilai Kerapatan Relatif (KRi) =

∑ KM seluruh jenis

E. Indeks Nilai Penting (INP) = ( FR + KR ) %

Nilai Indeks Penting (INP) berkisar antara 0-2 (atau 200 %).

Nilai penting ini dapat digunakan untuk mengetahui dominansi suatu spesies dalam komunitas.

About these ads